Talk Show “Teacher librarian or Librarian as a teacher”

Acara ini diselenggarakan oleh pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia Kota Bogor pada hari sabtu, 6 pebruari 2010 bertempat di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor Jl Ir H Juanda Bogor.

Dalam sambutannya ketua IPI Kota Bogor, Achmad Syaikhu, menyatakan kegembiraannya karena acara ini telah dapat dihadiri melebihi target yang diharapkan yaitu 40 orang. Para peserta terutama berasal dari sekolah-sekolah yang ada di bogor, baik SLTP, SLTA, maupun perguruan tinggi negeri dan swasta. Bahkan peserta ada yang berasal dari Jakarta. Ketua IPI Kota Bogor juga menjelaskan beberapa perkembangan kegiuatan yang sudah dan sedang ipi kota laksanakan, diantaranya bekerjasama dengan sebuah perusahaan swalayan alamin, sehingga para pustakawan yang sudah mempunyai kartu anggota IPI dapat memperoleh discount harga apabila berbelanja di swalayan tersebut.

Yang menjadi narasumber dalam talk show tersebut sangat menarik, seperti Dra Sri Sularsih Msi selaku Sekretaris utama Perpustakaan Nasional RI, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kota Bogor yang karena kesibukannya tidak dapat hadir namun diwakili oleh Bpk Aris Sarsomo dan Ibu Hanna Latuputia, Ketua Asosisasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia. Talk show cukup menarik dengan panduan dari Lili Marliana dari Perpustakaan Yayasan KEHATI.

Dalam paparannya Ibu Sri Sularsih membawakan materi tentang Undang-undang Perpustakaan No 43 Tahun 2007. Beliau menjelaskan bagaimana kondisi ke depan keberadaan pustakawan. Beliau juga merasa optimis bahwa Peraturan Pemerintah dari undang-undang tersebut dapat dihasilkan pada tahun 2010 ini. Namun beliau juga menyadari bahwa Rancangan PP tersebut masih banyak kelemahan diantaranya UU dan RPP tersbut baru mengatur tentang perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi, sedangkan perpustakaan umum dan khusus belum secara detail dijelaskan. Oleh karena itu masukan-masukan dari para stackholder masih memungkin untuk dilakukan demi penyempurnaannya.

Bu Hanna Latuputia menjelaskan tentang pengertian Teacher Librarian dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pustakawan dalam membantu proses KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolahan. Bu Hanna menjelaskan bahwa sebagai Teacher Librarian diperlukan dua kompetensi yaitu sebagai ”Guru” dan sebagai ’Pustakawan”. Pustakawan harus memahami pedagogik, sehingga pustakawan dapat secara efektif membantu proses KBM di sekolahan. Guru harus menguasai keilmuan perpustakaan, sehingga selain dapat mengajar juga dapat mengelola perpustakaan. Lain halnya dengan Librarian as a teacher, maka dia dapat adalah seorang guru atau seorang pustakawan. Beliau juga menyatakan bahwa selama ini memang masih banyak sekolah yang perpustakaannya masih belum efektif karena kurangnya kesadaran para pimpinan sekolah sebagai pengambil kebijakan akan fungsi perpustakaan, sehingga perpustakaan kurang efektif dalam proses kbm dan terutama dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam hal literasi informasi. Padahal literasi informasi ini sangat penting dalam membangun kebiasan siswa dalam proses pembelajaran sepanjang hayat.

Tak kalah serunya penjelasan dari Pak Aris Sarsomo yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Bogor. Beliau memberikan contoh perbandingan tentang bagaimana tanggapan guru dahulu pada saat diberlakukan bahwa semua Guru minimal harus strata 1. Banyak yang beranggapan bahwa tanpa S1 juga proses belajar akan berhasil. Namun dengan adanya sertifikasi guru, maka berbondong-bondong guru mengambil program S1. Contoh tersebut dianalogikan kepada para pustakawan di sekolah, adanya keharusan bahwa pengelola perpustakaan sekolah itu minimal D2 perpustakaan yang telah disertifikasi. Program sertifikasi ini juga akan memacu para pengelola perpustakaan sekolah di masa depan.

Berbagai pertanyaan, permohonan tips dan trik tentang pengelolaan perpustakaan banyak diutarakan oleh peserta talkshow. Bahkan tambahan informasi juga diberikan oleh salah seorang peserta, Bapak Tisyo Haryono dari BSN (Badan Standardisasi Nasional) tentang sertfikasi. Beliau menyarankan pada dasarnya proses sertifikasi itu murah, kecuali kalau menggunakan jasa konsultan. Dalam sarannya, ia menyarankan agar dalam proses sertifikasi hendaknya dibandingkan standardisasi dari SNI (Standard Nasiona Indonesia) yang dikeluarkan BSN tentang perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus. Selain itu standard dari Perpusnas sendiri dan stantard dari Diknas tentang sarana dan prasarana sekolah (PP 19/…).

Ada informasi yang cukup menarik untuk para pustakawan sekolah di Kotamadya Bogor, bahwa dalam TA 2010 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kotamadya Bogor akan mengadakan pelatihan perpustakaan sekolah. Semoga moment ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan perpustakaan sekolah ke depan. Selain itu Ibu Hanna juga menjanjikan akan memberikan dokumen literasi informasi bagi yang membutuhkan.

Di akhir acara talk show, panitia menyiapkan acara yang menyegarkan berupa materi MOTIVASI yang diberikan oleh Bpk MF Supriyadi. Beliau memberikan tips supaya hidup berkah yaitu harus memiliki CINTA, KUASAI, hasil dan EPOS (Energi Positif). Beliau menyarankan supaya hidup kita berkah, terimalah posisi kita sekarang sebagai pustakawan, cintailah profesi ini, kuasai ilmunya sehingga dapat menjadi expert (ahli), selalu berusaha memiliki fikiran positip, Insya Allah HASIL yang memuaskan akan mengikuti. Narasumber juga memberikan beberapa contoh orang yang dapat memotivasi peserta. Sebagai contoh seorang laki-laki dari California bernama Crish Langan dengan IQnya yang tinggi (195) diatas Einstain (140), namun ternyata dia hanya jadi seorang penjaga pantai.

Hmmm…… cukup menarik juga acara ini, sayang bagi yang tidak bisa hadir. Selamat buat IPI Kota Bogor

Ek (salah seorang peserta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: